Categories

A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.

Information System Audit

Kayanya, yang terlintas pertama pada benak semua orang (yang berhubungan langsung tentu saja) ketika mendengar kata ‘audit’ adalah: “whattaaa!” (terjemahan bebas: “waduh gawat, harus gw beresin dulu laporan, jangan sampai ada temuan..”). Oh ya, ada kecualinya. Untuk para auditor, mungkin yang terbersit justru: “asiiiik, project baru, Mazda 2 is on the way..” hehe kidding :p.

Kalau membicarakan audit sistem informasi ataw IS Audit, (yang mungkin cukup membuat keder orang TI dan manajemen), sebenarnya sih no need to worry. Karena, IS Audit beda dengan audit keuangan yang ujung-ujungnya bisa jadi penjara. Yaaa.. bisa jadi sih, hasil IS Audit can lead to jail too, tapi sangat jarang, mungkin kalau memang tujuannya adalah audit forensik yang tujuannya memang menemukan evidence tentang tindak kriminal. You knowlah, those terorists thing atau tentang ulah manusia-manusia haus pembuktian yang senang main-main dengan account orang. Dari account bank, credit card sampai account facebook. Whattta..

Anyway,  back to the topic, yang perlu diperhatikan-dan dikomunikasikan pada pihak yang diaudit atau auditee adalah, IS audit ini bertujuan untuk mengoptimalisasikan proses, bukan untuk mencari kesalahan! Jadi, IS audit, siapa takut? Hayuk aja. Sistem termapping dengan baik dari semua segi. Penemuan kesalahan atau ketidakpatuhan pun bukan untuk ditakuti, justru dimanfaatkan dengan baik untuk membuat sistem kita lebih o-k-a-y.

Okay? 😉