|
|
Jujur, saya baru pernah ikut virtual seminar, jadi saya tidak tahu perbandingan virtual seminar yang mau saya ceritakan dengan yang lain :p.
Minggu lalu saya mendaftar sebuah virtual seminar yang diadakan oleh ISACA, dengan pelaksana oleh INXPO.
Kesannya adalah: awesome! Semuanya berjalan smooth. Acara seminar berjalan lancar(baca: koneksi lancar terus sepanjang 7 jam acara). Memang hanya suara saja, tanpa video. Tayangan visual yang dilihat peserta adalah materi seminar. Materi memang sudah fix, tetapi karena semua online, di akhir acara peserta bisa submit pertanyaan yang langsung dijawab pembicara.
Peserta seminar dari seluruh dunia. Dan disediakan forum chat untuk membahas materi, mencari ilmu atau menjual diri eh memasarkan keahlian diri sendiri maksudnya . Karena berasal dari berbagai timezone, muncul beberapa percakapan yang lucu, seperti ada peserta yang mengaku sudah sangat mengantuk karena di tempat tinggalnya sudah tengah malam hampir dini hari.
What can be more fun than this? A world class speakers, world class organiser too(neat!), chance of meeting people from around the world, all that only in your laptop, in your very own room or even maybe on your bed! LOL ).

PS: the above image are belong to ISACA and INXPO.
Ingin ambil sertifikasi auditor sistem informasi atau CISA? Untuk yang sudah pengalaman mungkin mantabs langsung ujian tanpa ikut course. Tapi untuk yang pengen lebih mantabs lagi sebelum ujian, CISA review course di Indonesia ada beberapa. Untuk di Jakarta, yang saya tahu, ada di brainmatics punya Mas Romi, di Binus, dan UI. Kalau untuk yang di UI setahun diadakan 2 kali-biasanya menjelang ujian, dan Pusilkom UI bekerja sama dengan ISACA Chapter Indonesia dalam pelaksanaannya.
Entah mengapa :p, semester akhir 2010 informasi tentang course di Pusilkom UI ini sulit dicari through website. Malah kalau dapat brosurnya baru lengkap banget. Untuk yang sedang mencari info, this might help.
PS: CISA is registered, belong to ISACA.
Bagi para importir pebisnis ataupun sekedar pembelanja, kalau minta paket/barang kita dikirim ke kampung halaman biasanya ada biaya penerimaannya. Jadi, jangan lega dulu kalau sudah bayar biaya pengiriman dari sono ke sini.
Dari info yang ada diberbagai forum diskusi(sini, sini, dan sini), sebuah paket yang masuk ke Indonesia (secara umum) akan dikenai bea masuk, PPN dan PPh. Bea masuk(0%, 5%, 15% dll tergantung jenis barang) akan menentukan berapa PPN dan PPhnya. Harga barang sendiri akan menentukan ketiganya. Yang paling penting, jika harga barang dibawah 50USD maka tidak akan dikenai pajak. Kalau anda dimintai biaya, hati-hati, minta tanda terima agar yakin itu bukan pungli.
Anyway, harga barang dari luar negeri biasanya punya 3 unsur didalamnya, C (cost ataw harga barang itself), I (insurance) dan F (freight alias ongkos kirim). Kalau di paket/barang tersebut harga/kwitansi yang mengandung CIF tadi tidak dicantumkan, maka petugas bea cukai Indonesia akan mengira-ngira sendiri harga barang berdasar…(maaf saya nggak tau dasarnya apa hehe).
Misal, saya pesan buku teks yang harganya dibawah USD 50, maka:
1. Lihat di BTBMI, buku pendidikan/educational buku termasuk yang tidak dikenai pajak masuk atau 0%, di bab 49.
2.Harga barang dibawah USD50, ngapain pusing liat BTBMI, harusnya gratis kok! hehe
Now, misal saya pesan buku juga, tapi harganya 250$, sudah termasuk ongkos kirim. Misal, ongkos kirim 50$. insurance nggak ada (waks). Jadi, bea masuk Indonesia yang harus saya bayar karena saya beli buku demi kepentingan pendidikan bangsa dan negara ini :p adalah:
CIF=250. C=250-50=200.
1.Bea masuk, karena buku pendidikan=0%. jadi C*tarif bea masuk=200*0=0.
2.PPN dihitung dari ((C+bea masuk)*10%)=(200+0)*10%=20$
3.PPh dihitung sama spt PPN hanya pengalinya 7,5% jika pihak pengirim punya NPWP. Kalo nggak, berarti pengalinya 15%. Misalnya punya, dikasus ini akan menjadi (200+0)*7,5%=15$. Psst, tanyakan ke bea cukai untuk keterangan lebih detail.
Total bea masuk yang harus saya bayar untuk membeli sebuah USD200 buku-demi-kepentingan-pendidikan-bangsa-dan-negara-ini :p adalah: bea masuk+ppn+pph. jadinya, 20+15=35$. tinggal kalikan dengan kurs saat kita disuruh membayar pajak-demi-kelangsungan-pembangunan-bangsa-dan-negara-ini. Okay!
Oh ya, daripada pusing biar nggak nyari lagi, BTBMI 2010 sudah saya taruh disini.
And dont forget, perhitungan di atas BARU untuk pajaknya saja. Belum jasa pengirimannya. Jasa penitipan barang biasanya masih mencharge lagi fee untuk handling, admin, advance, bank dan VAT 10%, yang saat ini (Oktober 2010) besarnya ditentukan sendiri oleh masing-masing perusahaan(!).
Okay, segini dulu. Selamat mengimpor barang!^^
PS: the image are taken from here.
Post updated @2011, January 11:
PPS: I’m so sorry I can’t answer many questions you ask about tax. I only have experience with education-books tax. Nanti kalau jawab selain tentang buku malah sok teu hehe.
Kayanya, yang terlintas pertama pada benak semua orang (yang berhubungan langsung tentu saja) ketika mendengar kata ‘audit’ adalah: “whattaaa!” (terjemahan bebas: “waduh gawat, harus gw beresin dulu laporan, jangan sampai ada temuan..”). Oh ya, ada kecualinya. Untuk para auditor, mungkin yang terbersit justru: “asiiiik, project baru, Mazda 2 is on the way..” hehe kidding :p.
Kalau membicarakan audit sistem informasi ataw IS Audit, (yang mungkin cukup membuat keder orang TI dan manajemen), sebenarnya sih no need to worry. Karena, IS Audit beda dengan audit keuangan yang ujung-ujungnya bisa jadi penjara. Yaaa.. bisa jadi sih, hasil IS Audit can lead to jail too, tapi sangat jarang, mungkin kalau memang tujuannya adalah audit forensik yang tujuannya memang menemukan evidence tentang tindak kriminal. You knowlah, those terorists thing atau tentang ulah manusia-manusia haus pembuktian yang senang main-main dengan account orang. Dari account bank, credit card sampai account facebook. Whattta..
Anyway, back to the topic, yang perlu diperhatikan-dan dikomunikasikan pada pihak yang diaudit atau auditee adalah, IS audit ini bertujuan untuk mengoptimalisasikan proses, bukan untuk mencari kesalahan! Jadi, IS audit, siapa takut? Hayuk aja. Sistem termapping dengan baik dari semua segi. Penemuan kesalahan atau ketidakpatuhan pun bukan untuk ditakuti, justru dimanfaatkan dengan baik untuk membuat sistem kita lebih o-k-a-y.
Okay?
Last nite I received a short message that kinda shock me. Some simple sentences that will ruin some people’s life. It’s a list of students that not passed the two-year-evaluation a.k.a a drop-out’s list. For others, especially the academic staff, maybe it doesnt meant anything. Because it’s just another routine job. It’s everyday life.
But not for the person. And for me, as his academic conselor.
Well, you know what they say: life must go on, rite. Maybe this isn’t your ‘trully’ path, my dear student. Be brave, and show the world your light, in your very own way!

Picture is taken from here.
Sekarang, Ramadhan sudah usai. Idul Fitri telah tiba. Saatnya kita saling memaafkan. Maaf lahir batin, semua!^^
Besok, Ramadhan sudah usai. Idul Fitri akan segera berlalu. Dapatkah kita masih selalu menahan diri seperti di bulan Ramadhan? Sulit, tapi bukan tidak mungkin kan. Ramadhan bukan segala-galanya, justru kawah candradimuka untuk bersiap menghadapi 11 bulan berikutnya. Can we make it?
^^

Note: above is picture of Great Mosque in Xi, China, taken from here.

Karena satu dan beribu hal, saya lama tidak nengok dan bersih-bersih rumah yang ini, alias account blog ini . Ternyata sudah penuh sarang laba-laba dan ada bledug (debu) dimana-mana a.k.a spam yang merajalela. Herannya semuanya jualan via***. Kenapa produsen jamu obat kuat lokal tidak ada yang masukkin marketing dengan cara ini juga, hehe. Kidding!
Moral of the story adalah..memang kalo punya rumah sudah seharusnya sering ditiliki ya..
^^
PS: the spider web image is taken from here.
Sekarang, eranya digital. Semua digitalisasikan. Dari pekerjaan kantor hingga kehidupan pribadi digitalisasikan. Mungkin cuma makan-minum aja yang belum bisa digital .
Anyway, penggunaan IT untuk memaksimalkan mutu, mengefisiensikan kinerja-waktu-biaya, dan banyak hal lain, sudah banyak sekali buktinya. Bagaimana nggak, dengan mendayagunakan IT untuk kehidupan sehari-hari, operasional, maka seluruh proses bisa terukur. Akuntabilitas jelas terjamin. Transparansi, check! Excutive report yang akurat dan cepat, check!
Contoh sebuah cerita sukses pemanfaatan TI terjadi di Bentoel, dimana laporan penjualan secara nasional yang dahulu baru bisa diakses oleh top manajemen dalam waktu sebulan, sekarang bisa diakses pukul 19 pada hari yang sama. Nggak heran Bentoel menjadi salah satu perusahaan yang memenangi e-company Award tahun 2009 dari Warta Ekonomi.
Itu, cerita manisnya. Cerita sedihnya? Ada lebih banyak lagi. Tapi tidak banyak yang tahu. Wajar dong, cerita sedih memang biasanya tidak diceritakan. Seperti pesan yang sering ditempel di tempat makan: Kalau Anda puas beritahu teman. Kalau anda tidak puas beritahu kami! 
Salah satu yang kini makin terasa kebutuhan untuk diwujudkan adalah Paperless Office. Sungguh sebuah frasa yang indah, sexy dan menjanjikan. Tapi mudahkah mewujudkannya?
Seperti jargon yang selalu disampaikan oleh Rhenald Kasali, change management haruslah ditangani dengan hati-hati. Perubahan seringkali sangat mendasar. Ini bukan hanya soal mengubah analog menjadi digital. Dari yang gaptek jadi canggih. Dari yang ndesani menjadi ngotani. Ini tentang perubahan perilaku. Perubahan sikap. Bahkan mungkin saja, perubahan sumber nafkah bagi yang terkait(eh ups :p). Sebuah perubahan budaya.
Harus ada agen-agen perubahan yang memperjuangkan proses perubahan ini dari awal sampai berhasil. Para martir yang memang berjuang untuk institusi, bukan pribadi. Are we ready to change? Are we ready to be a change agent?
Harus siap dong!
Siaaaaaap, grak!
^^
Suatu hari, saya menemani seorang rekan (hi there partner! ), mencari data-data tentang Banyumas untuk penelitiannya. Ralat, tidak hanya Banyumas saja, tetapi Banyumas dan kawan-kawan. You know lah, lengkap beserta Purbalingga, Cilacap dan Banjarnegara. Data yang dicari simple saja, tetapi mencarinya setengah mati. Kalau di Pemkab Banyumas tentu saja nggak ada. Tapi mosok harus sowan ke empat Pemkab langsung? Mencari ke Bakorwil(Jl. Gatot Subroto Purwokerto, barat sungai Kranji bow) sedikit membuahkan hasil, karena kami dipinjami buku Jawa Tengah Dalam Angka, tetapi bukan tahun terbaru.
If it’s the best we can get, I’m sure I can get more..on the internet.
So, demi menyebarluaskan alamat link ini, agar yang membutuhkan tidak perlu rephot lagi, here I present to you, Jawa Tengah Dalam Angka 2009. Itu pun diambil dari website Bappeda Jateng, kalau di Pemprov sendiri saya malah nggak menemukan. Semoga bermanfaat.
Jawa Tengah Dalam Angka 2009 (source site):
BAB I
BAB II
BAB III
BAB IV
BAB V
BAB VI
BAB VII
BAB VIII
BAB IX
BAB X
BAB XI
BAB XII
BAB 99
Rilis ranking webometric awal 2010, UNSOED sekarang ada diperingkat 34 nasional. Merupakan berita baik-dan sekaligus buruk . Baik karena rilis Juli 2009 peringkat UNSOED dalam webometric drop sampai tidak diketahui di posisi berapa. Berita buruk, karena rilis Januari 2009 UNSOED ada di ranking 30.
Kok bisa turun? Kesalahan apakah yang kita lakukan :_(? Actually, it’s because we done nothing. Meanwhile universitas-universitas lain begitu agresif, or should I write AGRESIFFF .
Maka, dimulailah tugas suci perjalanan ke barat-timur-dst, to improve our rank. Website uni, rajin-rajinlah update berita. Dosen-dosen, upload-lah data akademis atau scholar di blog.unsoed.ac.id. Perpustakaan, relalah mengupload data digital yang dimiliki. Semuanya, go online dong.
Ayo kita mulai beberes rumah!;)
|
|
Your comments: